Bunda, terima kasih sudah membuat beberapa kategori tentang 3 hal aktivitas yang anda anggap penting dan tidak penting dalam hidup anda.
Dalam menjalankan peran sebagai manejer keluarga, manajemen waktu menjadi hal yang paling krusial.
Karena waktu bisa berperan ganda, memperkuat jam terbang kita, atau justru sebaliknya merampasnya. Tergantung bagaimana kita memperlakukannya.
Masih ingat istilah DEEP WORK dan SHALLOW WORK?
Dulu kita pernah membahas hal ini di awal-awal kelas. Tahapan-tahapan yang kita kerjakan kali ini adalah dalam rangka melihat lebih jelas bagaimana caranya Shallow Work kita ubah menjadi Deep Work.
Kita akan paham mana saja aktivitas yang memerlukan fokus, ketajaman berpikir sehingga membawa perubahan besar dalam hidup kita.
Menurut Covey, Merrill and Merrill (1994) cara yang paling baik dalam menentukan kegiatan prioritas adalah dengan membagi kegiatan kita menjadi penting-mendesak, penting-tidak mendesak, tidak penting-mendesak dan tidak penting-tidak mendesak .Menurutnya, segala hal yang kita kerjakan dapat digolongkan kedalam salah satu dari empat kuadran tersebut.
Agar lebih jelas , silakan teman-teman belajar memasukkan aktivitas-aktivitas yang selama ini kita lakukan dalam kategori kuadaran di bawah ini.
Kita akan kehabisan waktu, tenaga dan sering gelisah jika kita sering melakukan kegiatan yang sifatnya penting dan mendesak.
Contoh : Mengumpulkan NHW matrikulasi itu anda masukkan kategori aktivitas Penting, karena kalau tidak mengumpulkan kita akan mendapatkan peluang tidak lulus.
Sudah ada deadline yang diberikan oleh fasilitator. Andaikata kita memasukkannya ke kuadran 2, artinya kita akan masukkan NHW dalam perencanaan mingguan kita, membuat hati lebih tenang. Tetapi kalau tidak kita rencanakan, NHW itu akan masuk ke aktivitas kuadran 1, dimana penting bertemu dengan genting (mendesak) paling sering membuat kita gelisah di saat detik-detik terakhir deadline pengumpulan.
Kalau ini berlangsung terus menerus, maka kita akan cepat capek dan stress yang berlebihan karena terlalu sering dibombardir oleh masalah dan krisis yang datang bertubi-tubi. Jika ini terjadi, secara naluriah, kita akan lari ke kuadran 4. yang sering kali tidak memberikan manfaat bagi kita.
Idealnya, semakin banyak waktu yang kita luangkan di kuadran 2, secara otomatis akan mengurangi waktu kita di kuadran 1 dan 3, apalagi kuadran 4, karena dengan perencanaan dan persiapan yang matang, banyak masalah dan krisis yang akan timbul dikemudian hari dapat dihindari.
Idealnya, semakin banyak waktu yang kita luangkan di kuadran 2, secara otomatis akan mengurangi waktu kita di kuadran 1 dan 3, apalagi kuadran 4, karena dengan perencanaan dan persiapan yang matang, banyak masalah dan krisis yang akan timbul dikemudian hari dapat dihindari.
Membuat agenda mingguan dan harian dengan mengaplikasikan teori time blockingdan cut off time. Kita bisa membagi secara rinci aktivitas harian dalam hitungan jam atau menit agar waktu tidak terbuang sia-sia
Saat ini ada banyak aplikasi organizer yang bisa membantu dan mengingatkan kita setiap saat.
Sampai disini mungkin ada diantara kita yang bertipe “unorganized” ( menyukai ketidakteraturan, termasuk waktu )
Sampai disini mungkin ada diantara kita yang bertipe “unorganized” ( menyukai ketidakteraturan, termasuk waktu )
Sehingga muncul pertanyaan,
“Mengapa sih harus repot-repot dan sangat detail dengan manajemen waktu?”
Kalau menurut teori Cal Newport,
Semakin detail manajemen waktu anda, semakin bagus pula kualitasnya.
Semakin detail manajemen waktu anda, semakin bagus pula kualitasnya.
Semakin bagus kontrolnya, semakin bagus pula efeknya.
Sekarang tinggal dipilih anda mau tipe yang organized shg menggunakan TIME BASED ORGANIZATION atau tipe yang unorganized dan menggunakan RESULT BASED ORGANIZATION
Kalau TIME BASED ORGANIZATION artinya kita akan patuh dengan jadwal waktu yang sudah kita tulis. Dan komitmen menerima segala konsekuensi apabila melanggarnya.
Apabila RESULT BASED ORGANIZATION anda perlu membuat pengelompokan kegiatan saja. Boleh dikerjakan kapanpun, selama Komitmen terhadap target/hasil yang sudah dicanangkan, bisa terpenuhi dengan baik.
Apapun tipe anda dan keluarga KOMITMEN tetap nomor satu.
Di Ibu Profesional, manajemen waktu ini wajib dikuasai dan diamalkan oleh para ibu sebelum masuk ke tahap bunda produktif.
Kita perlu menekankan pentingnya membuat rencana kerja untuk setiap minggu dan setiap hari, dengan memprioritaskan aktifitas yang penting.
Kita perlu menekankan pentingnya membuat rencana kerja untuk setiap minggu dan setiap hari, dengan memprioritaskan aktifitas yang penting.
Dengan demikian diharapkan kita dapat menjadi lebih produktif tanpa lelah dan stress yang berlebihan.
Demi masa,semoga kita semua tidak termasuk golongan orang yang menyia-nyiakan waktu

Kuadran Covey, Merrill and Merrill

Kuadran Covey, Merrill and Merrill
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
Sumber Bacaan :
Sumber Bacaan :
Materi Matrikulasi IIP batch #2 sesi #6, Ibu Manajer Keluarga handal, 2016
Hasil NHW#6, Peserta Matrikulasi IIP, 2016
Malcolm Galdwell, Outliers, Jakarta, 2008
Steven Covey, the seven habits, Jakarta, 1994
Berikut beberapa contoh aplikasi manajemen waktu baik online maupun offline yang bisa membantu teman-teman mengatur waktu :

Offline Task Board

Online Task Board

Online Task Board (Trello)
Resume Tanya Jawab Review NHW #6
Ibu qt sebagai ibu profesional sudah seharusnya mengatur waktu utk smw urusan rmh tangga tapi ketika qt sudah mmbwt jadwal lalu kemudian tiba2 ad satu atau lebih aktifitas yg akhirnya jd tdk bs d laksanakan krn brkaitan dgn org lain bgaimana bu septi mengondisikan n
Tapi kalau di luar jamnya anak-anak, saya masih bisa flexible untuk mengaturnya.
» di materi #6 matrikulasi di jelaskan motivasi bekerja kita di rumah atau publik. Ada yg “asal kerja”, “kompetisi” dan “panggilan hati”. Sejujurnya saya masih suka up and down urusan motivasi ini, kalau di lihat dari hasil di balik masing² motivasinya, kadang saya pernah merasa jenuh (biasa) krn capek pengen segera istirahat, kadang juga masih nengok “hijaunya rumput tetangga” yg membuat saya merasa “kok blum bisa gitu yaaa, padahal proses saya udah full”, namun kadang juga bisa bahagia seneng banget bisa berperan dengan baik sebagai ibu dan istri… Lalu bagaimana ya agar yg tetap di dalam diri yg seneng karena panggilan hati saja. Tidak di cemari oleh 2 motivasi negative yg lain? Terimakasih bu. 
Motivasi itu naik turun mbak, rumusnya adalah sbb :
Behaviour = Motivation x Ability x Trigger
maka ketika motivasi anda turun, maka naikkan ability, ciptakan trigger dan tentukan perubahan perilaku apa yang kita inginkan. 
klo lihat dr tlsan ibu sy menilai brarti keluarga kami msk dlm kategori “result based organization”, namun stlah pnya 3anak batita kebiasaan baru dlm keluarga kami adalah mengerjakan sswtu klo ud dtg mood n deadline, entah krn cape atau ap tp ingin sekali mengembalikan ke kebiasaan sblmnya biar jls agenda shari-hari tp jd bgtu sulit utk dilaksanakan. Pertanyaanya bgmna tips mengembalikannya? Atau biarkan sj bgtu?
Bu Septi:
Teh lela, apakah teh lela merasa nyaman dengan kondisi sekarang? apakah suami dan anak-anak juga nyaman? dan apakah kita puas dengan kondisi saat ini? kalau semua jawabannya IYA, artinya tidak perlu dikembalikan. Tetapi kalau hati kecil kitamengatakan TIDAK, maka mulailah berubah setahap demi setahap.
mulai dari mengkategorikan aktivitas penting dan tidak penting. Kemudian memperbanyak aktivitas di kuadran 2, mensiasati semua aktivitas di kuadran lainnya.
Maaf bu, saya seorang ibu yg LDR dgn suami memiliki 4 anak (10th,8th,5th,1,5th), saya akhirnya memilih resign dari pekerjaan krn kewalahan membagi waktu saya utk mengkontrol anak2 meski dibantu asisten rmh tangga,sudah 2thn mjd IRT namun rasanya waktu yg ada rasanya cepat sekali berganti padahal hal2 yg sudah saya susun utk hari itu dilakukan blm terlaksana,waktu buat belanja ke pasar saja yg sudah direncanakan bisa gak jadi krn udh keburu sianglah,si adek minta diboboinlah dll, banyak godaan yg bikin gak konsisten kenapa ya bu apa kurang greget atau keinginan yg kurang kuat? Tapi klu suami lagi asa dirumah bisa lebih disiplin krn jam sekian mau diajak kesana,mau kesini, semua bisa dikondisikan
Delegasi
Kategori aktivitas yg didelegasikan adalah “tidak penting – mendesak”
Maka langkah-langkah sbb :
a. Buat list aktivitas kita yg masuk ranah ini.
a. Buat list aktivitas kita yg masuk ranah ini.
Contoh : buat saya mencuci dan setrika itu “tidak penting menambah jam terbang saya, tapi mendesak, kl nggak diselesaikan akan jadi tumpukan masalah”
Maka saya putuskan unt didelegasikan
Milih : mau langsung ke ahli
nggak perlu melatih, lsg percaya aja
langganan laundry
Mau cari ART
latih dulu dg standar kita
percaya
kerjakan
latih lagi
percaya lagi
kerjakan lagi dst
Kalau di roadmap itu namanya support system. Hal-hal yg membantu kelancaran kita menambah jam terbang.
Contoh : ketika sdh saatnya saya recruit ART, krn load pekerjaan di kuadran 2, makin banyak. Maka kualifikasinya dan jobnya jelas
Yang pasti tentu, setrika,cuci. Tapi unt urusan anak, tetap saya full yg pegang. Krn hal ini menambah jam terbang.
Darisana terlihat lagi support system lain, dana, dll shg memunculkan keputusan yg paling tepat sesuai karakteristik keluarga kita. 
Diskusi Bebas:
Tapi kalau ternyata bukan bagian jam terbang, ya delegasikan, mau ke ahli berarti ke laundry atau melatih dg sabar.
Teman saya menjadikan cuci setrika ini bagian dari jam terbang, maka dia kerjakan sampai tengah malampun bahagia. Pagi udah nonton youtube ttg tehnik melipat dg efisien. Eh 2 tahun jadi juragan laundry.
Kalau mau diniatin sekalian mbak unt menambah kompetensi hehehe
Jangan KALAH dulu sebelum berperang.
Cara membahasakannya dengan ngobrol dan menjalankan project keluarga walau kecil
Saya msh kurang paham yg dimaksud jadikan aktivitas penting sebagai aktivitas dinamis itu gimana bu?
Aktivitas rutin ( saya masukkan ke aktivitas tidak penting menambah jam terbang menurut saya tapi mendesak)
Contoh : cuci baju, masak, bersih-bersih rumah ( saya tidak perfeksionis di ranah ini)
Aktivitas dinamis ( masuk aktivitas penting unt menambah jam terbang kita, dan tidak mendesak, shg bisa direncanakan dg baik)
Contoh : kalau saya mendidik anak, masuk di jadwal ini, jadi lebih perfeksionis, krn ini jurusan utama saya
Sumber Tulisan: https://belajarituhore.wordpress.com/2016/11/28/review-nhw-6-ibu-manajer-keluarga-handal/